Solid State Drive atau Pengertian SSD adalah jenis penyimpanan yang mulai diminati oleh banyak orang karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Penyimpanan ini diketahui memiliki kecepatan yang lebih baik dalam memproses data, bahkan sampai 8x lipat.

Sebelumnya, mungkin kita sudah mengenal berbagai jenis penyimpanan yang pernah digunakan, seperti harddisk. Namun, ada perkembangan atau inovasi yang terjadi pada jenis penyimpanan ini dan berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Apa Itu yang Dimaksud dengan SSD?

SSD merupakan singkatan dari Solid State Drive yang berarti media penyimpanan sekunder yang berguna sebagai penyimpanan data tanpa daya listrik di dalamnya. SSD mampu melakukan penyimpanan secara terus menerus dan terintegrasi.

Dahulu, kita sudah mengenal harddisk drive yang digunakan sebagai media penyimpanan dan sekarang sudah berkembang menjadi SSD karena lebih cepat dan awet. Oleh karena itu, harddisk SSD sudah mulai jarang digunakan sekarang ini.

SSD memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya disukai oleh banyak orang, misalnya lebih hemat daya, desain lebih ramping, tahan terhadap goncangan, temperature dan getaran, memiliki waktu booting sangat cepat dan lainnya.

3 Jenis SSD yang Perlu Diketahui

Banyaknya kelebihan dari SSD membuat sebagian besar orang lebih memilih media penyimpanan ini. Sebelum menggunakan SSD, kamu harus mengetahui jenisnya dulu karena tersedia beberapa bentuk dan ukuran, misalnya SSD 1TB.

Pada dasarnya, setiap SSD memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai perangkat memori untuk menyimpan data pada komputer atau laptop. SSD juga memiliki kinerja yang cepat dalam memproses data.

Setiap jenis SSD laptop juga memiliki spesifikasi yang berbeda, baik kelebihan dan kekurangan jadi kamu harus lebih jeli dalam memilih jenis SSD terbaik. Oleh karena itu, penting untuk mengenal setiap jenis SSD berikut ini.

  1. SATA III

Jenis SSD yang satu ini merupakan tipe konektor paling tua yang memungkinkan terjadinya translasi dari HD dari SSD ke HDD. Meski memiliki kelebihan, tipe SSD ini juga memiliki kekurangan yang harus kamu perhatikan.

Baca Juga  Apa itu Haptic? Pengertian, Sejarah, dan Contoh Teknologi Haptic

Kekurangan dari SSD murah ini bisa dilihat dari kecepatan transfer yang paling rendah dibanding jenis lainnya, yaitu sekitar 550MBps. Jadi, membutuhkan waktu lebih lama dalam memproses data jika kamu menggunakan tipe SSD ini.

Jenis SSD ini semakin ditinggalkan karena dianggap memperlambat kinerja pemrosesan data karena ada jenis SSD lain yang lebih cepat.

  1. PCIe

Tipe lain yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan adalah SSD dengan tipe slot PCIe. Slot ini biasanya digunakan untuk menghubungkan kartu grafis pada komputer, seperti samsung SSD, sound card dan USB.

Untuk penulisan dan pembacaan data, tipe SSD ini memiliki kecepatan transfer antara 4.400 MBps hingga 5.000 MBps. Kecepatan ini sudah cukup untuk membantu mempercepat proses transfer data pada komputer maupun laptop.

Ada beberapa tipe PCIe yang bisa kamu jumpai di pasaran, namun yang paling sering digunakan adalah SSD PCIe 4.0.

  1. M.2

Jenis SSD terakhir yang paling sering digunakan adalah SSD M2. Jika kita lihat dari desainnya, maka bisa terlihat bahwa jenis SSD ini memiliki desain paling kecil jadi tidak heran jika panas yang dihasilkan juga paling besar.

Untuk mencegah masalah yang timbul akibat panas tersebut, SSD ini biasanya disertai dengan kipas atau perangkat heratskink lain agar panas yang dihasilkan tidak begitu besar sehingga tidak akan menimbulkan masalah yang berarti.

Bagi kamu yang membutuhkan SSD untuk menambah kapasitas penyimpanan pada komputer atau laptop, pastikan untuk mengenali setiap jenisnya. Jangan lupa untuk mencari informasi tentang harga SSD agar tidak salah pilih.

Shares:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *